
Laskar Pelangi
November 29, 2008Laskar Pelangi The Movie
(Sinopsis)

Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata.
Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.
Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.
5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.
Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kehilangan sosok yang mereka cintai. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?
Film ini dipenuhi kisah tentang tantangan kalangan pinggiran, dan kisah penuh haru tentang perjuangan hidup menggapai mimpi, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia.
![[n22678459639_701406_1915.jpg]](http://2.bp.blogspot.com/_RZtNoV9AbkI/SL2KdzBL1oI/AAAAAAAAAnU/mq6p-BH9RR0/s1600/n22678459639_701406_1915.jpg)
Jika ada film Indonesia yang paling ditunggu tahun ini, itu pasti Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Riza. Dengan publikasi gencar seputar pembuatan film itu sejak awal tahun, orang dibuat penasaran, seperti apa film hasil adaptasi novel laris itu.
Para penggemar novel karya Andrea Hirata itu penasaran bagaimana Riri Riza menerjemahkan kesan dan imajinasi yang mereka dapat dari buku tersebut ke dalam bahasa visual. Bagi yang belum membaca novel berjudul sama, film ini diharapkan mampu menampilkan spirit novel yang disebut- sebut sangat inspiratif itu.
Maka, dibukalah film produksi Miles Films ini dengan adegan Ikal dewasa (diperankan Lukman Sardi) menumpang bus, kembali ke kampung halamannya di Desa Gantong, Pulau Belitung. Sambil menerawang ke luar jendela bus, suara lamunan Ikal membimbing penonton memahami latar belakang sejarah sosial pulau yang pernah kaya karena timah itu.
Seusai adegan pembuka itu, lamunan Ikal pun kembali pada saat ia pertama kali masuk SD. Film pun menampilkan gambar kilas balik Belitung era 1974, saat PN Timah masih aktif beroperasi, para karyawan berseragam biru lalu lalang dengan sepeda, dan orangtua mengantar anak-anak mereka ke sekolah.
Tokoh-tokoh
Di bagian awal, film ini terlihat memusatkan perhatian pada sosok Ikal, yang pada novel sebenarnya personifikasi Andrea Hirata sendiri. Ikal kecil (diperankan aktor lokal Zulfanny) adalah anak pegawai rendahan PN Timah yang tak mampu sekolah di SD Timah, jadi mendaftar ke SD Muhammadiyah.
Lalu bermunculan tokoh lain. Ada Lintang (Ferdian), anak nelayan miskin yang harus berjalan jauh dari kawasan pesisir ke sekolah terdekat di Gantong. Lalu ada Bu Muslimah (Cut Mini), perempuan muda yang teguh bercita-cita sebagai guru. Kemudian ada Pak Harfan (Ikranagara), Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gantong, yang setia mempertahankan sekolah yang hampir ambruk.
Hari itu adalah hari penentuan sekolah tersebut. Jika tak terkumpul 10 siswa baru, sekolah berdinding kayu reyot itu harus ditutup. Untunglah pada saat-saat terakhir muncul Harun (Jeffry Yanuar), anak tunagrahita yang menjadi siswa kesepuluh, penyelamat sekolah itu.
Dari sisi teknis, film ini digarap dengan rapi. Sinematografer Yadi Sugandhi menampilkan gambar-gambar indah dan terkonsep dengan baik. Dari sisi gagasan, film ini menggarap berbagai permasalahan nyata di masyarakat dengan cara yang ringan dan cukup bisa dinikmati.
Sampai di sini, narasi Ikal dewasa masih menyertai untuk menjelaskan betapa istimewanya 10 anak tersebut. Sempat muncul dugaan, film ini akan berkonsentrasi pada kisah-kisah keajaiban masa kecil anak-anak tersebut. Ternyata tidak.
Tokoh-tokoh baru terus bermunculan ketika setting waktu meloncat ke 1979, saat anak- anak itu duduk di kelas lima. Dari 10 anak itu, muncul Borek (Febriansyah), yang terobsesi dengan badan besar ala Samson, dan Mahar (Verrys Yamarno), anak SD yang sudah kenal jazz, bertingkah seniman.
Ada pula Pak Zulkarnaen (Slamet Rahardjo), orang kaya lulusan sekolah Muhammadiyah di Jawa yang bersimpati pada keteguhan hati Pak Harfan mempertahankan SD-nya. Lalu ada Pak Bakrie (Teuku Rifnu Wikana), yang bimbang menentukan pilihan apakah tetap mengajar di SD Muhammadiyah atau pindah ke tempat lain yang gajinya lebih baik. Terakhir, ada Pak Mahmud (Tora Sudiro), guru SD Timah yang naksir dan bersimpati kepada Bu Muslimah.
Kisah-kisah
Itu baru dari segi tokoh. Dari sisi cerita, selain ada kisah kegigihan Harfan dan Muslimah mempertahankan sekolah mereka dan mengajar anak-anak itu, juga ada cerita Ikal yang jatuh cinta kepada A Ling, anak pemilik toko kelontong. Lalu kisah Lintang yang tak bisa meneruskan sekolah karena ayahnya hilang di laut dan harus mengurus adik-adiknya. Dan, terakhir, ada Flo (Marcella El Jolla Kondo), anak orang kaya yang ngotot pindah dari SD Timah ke SD Muhammadiyah.
Dalam film yang hanya berdurasi 125 menit, semua itu akhirnya mendapat porsi tidak memadai. Karakter tiap tokoh muncul permukaannya saja, setiap cerita tidak tampil dengan latar belakang dan konteks utuh, dan semua pesan akhirnya disampaikan secara verbal.
Tokoh Ikal, yang seharusnya menjadi sentral kisah tentang keajaiban mimpi dan cita-cita ini, justru makin tersisih. Pada akhir film diceritakan ia berhasil mewujudkan mimpinya pergi ke Paris dengan diterima kuliah di Universitas Sorbonne. Satu-satunya adegan dalam film yang menggambarkan mimpi itu adalah saat ia menunjukkan kaleng pemberian A Ling yang bergambar Menara Eiffel kepada Lintang.
Sebaliknya, perjuangan dan kegigihan Lintang belajar di tengah keterbatasan dan rintangan justru tidak muncul utuh. Yang ditampilkan berulang-ulang hanya perjalanan menempuh hutan dan dihadang buaya. Padahal, jika ingin mengangkat ironi dunia pendidikan kita, marjinalisasi masyarakat miskin, dan keajaiban mimpi, harusnya kisah Lintang ini yang diangkat sebagai plot utama.
Subplot mengenai Flo (termasuk perjalanan ke pulau untuk bertemu dukun), selain tak jelas latar belakang dan maknanya, juga tak berkaitan langsung dengan plot dan spirit utama film ini. Jika adegan itu dibuang, tak akan berpengaruh apa pun terhadap film secara keseluruhan.
Dalam catatan produksi resmi film Laskar Pelangi, Riri Riza mengakui tak mungkin menceritakan semua isi novel dalam durasi sebuah film. ”Menurut saya, yang perlu dipertahankan adalah substansinya: keajaiban mimpi, marjinalisasi masyarakat, dan ironi dunia pendidikan kita,” kata Riri.
Namun, dari struktur film ini, terlihat Riri masih terlalu berhasrat memasukkan sebanyak mungkin unsur menarik dari novel ke dalam film. Hasilnya, semua substansi yang ia sebut itu justru tampil serba tanggung.

TIPS
October 23, 2008Kiat Memilih Perguruan Tinggi
Masih bingung mau kemana setelah selesai SMU? Memang tidak mudah memilih kuliah yang pas di hati dan kemampuan. Ada banyak faktor yang musti dipertimbangkan supaya begitu kita masuk ke kuliah pilihan tidak ada rasa penyesalan. Read the rest of this entry »

TIPS
October 23, 2008 10 Cara Jitu Membagi Waktu
Masih bingung soal bagi waktu yang baik dan benar? Jangan kuatir. Coba deh ikuti resep-resep manjur di bawah ini, dijamin waktumu tidak bakal mubazir begitu saja. Read the rest of this entry »

TIPS
September 5, 2008TIPS SEHAT PUASA
Puasa potensial untuk menyehatkan, tapi bisa jadi sebaliknya. Tidak bermanfaat sama sekali jika hanya diniati untuk diet, kita harus berniat untuk beribadah kepada Allah juga. Ada beberapa tips yang baik dijalankan untuk mencapai tujuan sehat dan mendapatkan pahala karena puasa. Read the rest of this entry »

Cerita lucu
August 26, 2008Kisah Ayam Jago Tua dan Muda di Peternakan Ayam
Ceritanya tentang sebuah peternakan ayam. Disana ada 25 ayam betina dan 1 ayam jago yang umurnya sudah tua sekali. Karena merasa bahwa ayam jago yang sudah tua tadi sudah melewati masa suburnya, si pemilik peternakan memutuskan untuk membeli 1 ayam jago lagi yang masih muda. Tentu saja hal ini membuat si ayam jago tua menjadi merasa tersaingi. Lali terjadi percakapan seperti ini : Read the rest of this entry »

Haha.. ^_^
August 24, 2008Kenapa Siswa Gagal Ujian?
Kalau dilihat dari logika ini, sebenarnya bukan salah siswa bila ia tidak lulus ujian, belajar pun tidak sempat… Read the rest of this entry »

PRAMUKA
August 24, 2008Kami Bisa Lho !!!
Terkadang, mengikuti suatu organisasi identik dengan nilai akademik yang cenderung buruk. Sebenarnya semua hal tersebut bergantung pada tiap personal dalam me-manage waktu dan dirinya. Dalam kenyataanya, di dunia luar tidak hanya pengalaman akademis yang dibutuhkan namun pengalaman berorganisasi dan bersosialisasi juga tak kalah pentingnya. Read the rest of this entry »

PUASA
August 24, 2008MENJELANG RAMADHAN, UDAH PERSIAPAN BELUM ???
Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Khottob radiallahuanhuma dia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan. (Riwayat Tirmizi dan Muslim) Read the rest of this entry »

Hello world!
August 8, 2008Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!









